K O N T A K
HP/WA : 081 25 19 13 19
Twitter : @Dliyaudin
Telegram : @Dliyaudin
Email : kontak@dliyaudin.id
Website : http://www.dliyaudin.id
Beranda    Berita    Otewe    Kisahku    Kuliner    Serba Serbi    Famili    Ghaib    Artikel   

Aku Berikan Harga Murah Untuk Website Pribadi

SANGGAU - Membuat sebuah website dari blog atau CMS adalah kegiatanku hari hari. Ini untuk mengisi waktu luang saat di rumah. Kendati bukan lulusan teknologi informasi dan komputer, aku masih mengerti dengan pemprograman web berbasis HTML sederhana.

Sudah beberapa kali aku mengerjakan web milik pemerintah, personal, perusahaan, sekolah dan lembaga. Berdasar pengalaman itu, kini aku memberikan harga murah sekali bagi perorangan atau pribadi yang ingin memeliki website dengan namanya.

Jika berminat boleh kontak aku. Ya ini untuk website pribadi atasnama pribadi perorangan dan bukan untuk bisnis.


Hati Hati Pilih Calon Suami

SANGGAU - Dilahirkan sebagai seorang lelaki, aku sangat tahu sekali lelaki itu seperti apa. Terkait dengan sifat dan sikap laki laki maupun perempuan sama saja karena kedua insan ini sama sama manusia. Tapi tunggu dulu, bagi kaum wanita sebaiknya pilih lah bobot bibit bebet seorang lelaki, artinya jangan "babat" semua.

Ingat, saat keluarga sudah terbentuk, kesetiaan lelaki itu akan tampak. Ia setia atau tidak. Begitu pula dengan wanita pun sama. Namun, aku menilai dan mengamati jika lelaki itu lebih pandai untuk menyembunyikan sesuatu, lelaki juga mudah tergoda apalagi kalau uangnya banyak. Makanya cari aja yang uangnya sedikit biar gak banyak gaya he he he he ....  Salah memilih karena dibutakan cinta, maka makanlah cinta he he he he ..... Demikian masukan saya  .........


Hobi Menulis, Aku Bergabung di Jurnalis

PONTIANAK - Aku sangat suka sekali membaca, apalagi membaca terkait dengan sesuatu yang aku cari. Bahkan sejak di kampus di Yogyakarta, aku bergabung dengan UKM Jurnalistik kampus. Aku mengenal sedikit saja di dunia jurnalistik / kewartawanan saat itu dan rasanya belum cukup.

Pada tahun 2005, aku kenal seorang jurnalis di media lokal Kalimantan Barat. Saat itulah aku mulai mengenal dunia profesi ini. Akhirnya, sejak saat itulah aku mulai menulis sampai aku punya media online sendiri saat itu karena memang aku sendiri punya keahlian membuat website opensourse sampai saat ini.

Karena di profesi kewartawanan dan konek dengan ilmu IT website, maka sebentar saja aku sudah menjadi pimpinan. Aku banyak sekali kenal kawan kawan wartawan hingga saat ini baik lokal maupun nasional. Aku juga beberapa kali menjadi ketua organisasi wartawan baik tingkat propinsi Kalimantan Barat maupun di daerahku Kabupaten Sanggau.

Hingga saat ini aku masih menulis dan menorehkan karya karya jurnalistik dan aku juga biasa memberikan materi sebab diundang menjadi narasumber terkait jurnalik. Inilah aku ....


Gak Ngerti Pajak dan Akhirnya Mengerti

SANGGAU -  Aku termasuk tidak memahami hal pajak terutama yang berhubungan dengan penerimaan pajak negara dimana urusannya ke kantor pajak KPP Pratama. Bahkan sampai saat ini pun berdasar pengamatanku,  masih banyak orang yang tidak dan belum tau apa itu Nomor Pokok Wajib Pajak yang biasa disebut NPWP.  Jangan itu,  yang sudah punya NPWP pun banyak yang tidak tau fungsinya dan rupanya NPWP kebanyakan hanya digunakan untuk legalisasi administrasi saja bagi pemiliknya.  Sayang sekali,  kira kira siapa yang salah ya?  Tanyaku dalam hati,  kendati sebenarnya aku tau jawabannya.

Sama bagiku juga begitu.  Aku sama dengan seperti gambaranku diatas.  Tapi itu dulu sobat.  Kini,  aku mengerti pajak dan melaporkannya ke KPP Pratama.  Aku juga kadang memberikan penyuluhan pajak kepada wajib pajak yang aku ketahui.  Ya,  karena negara ini kalau tak ada pajak bagaimana mau membangun suatu negeri.  Istilahnya kalo jaman kerajaan pajak itu bisa disebut upeti yang legal. Jadi dengan begitu sadar pajak harus kita tanamkan dalam diri.  Anggap saja zakat he he he...

Namun,  pajak yang kita bayar harus dinikmati rakyat kembali ke rakyat dan bukan diberikan apalagi dinikmati koruptor.  Koruptor kok jadi pejabat ya?  Kalau aku punya kuasa,  sudah aku usir mereka koruptor itu dari bumi.  Kepada pemerintah,  agar menarik pajak jangan berlebihan.  Jangan orang berusaha pas pasan pun ditarik upeti kan kasihan.  Masih banyak pengusaha besar di negeri ini yang kudu ditarik pajaknya untuk negara. Belum lagi sumber daya alam indonesia ini sebenarnya sudah lebih dari cukup untuk membiayai pembangunan negara untuk rakyat.

Alhamdulillah, Semua Harapan Terkabul

SANGGAU -  Segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam.  Aku sangat bersyukur karena semua harapan dan keinginanku terkabul.  Ya benar terkabul.  Aku seperti menemukan banyak jalan dan kemudahan dalam segala urusan.  Meskipun sebelumnya jalan hidupku terasa terjal.  Tapi semua ada solusi. 

Selain kenikmatan dunia yang aku rasakan saat ini,  nikmat kesehatan adalah nikmat yang tiada duanya. Aku merasakan kehidupanku tidak sebegitu sukar.  Begitu pula urusan akhirat,  aku termasuk yang merasa beruntung.  Sungguh Allah Tuhanku tidak pernah tidur.  Terimakasih Tuhanku.  


9 Tahun Jadi Penyuluh Pertanian Kontrak Kementan

SANGGAU - Setelah menjadi bos sub dealer, aku mencoba melamar menjadi tenaga kontrak penyuluh pertanian Kementerian pertanian. Namanya Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh pertanian (THLTBPP). Aku mendaftar secara online kemudian mengirimkan berkas persyaratan ke pusat. Ya kira kira aku mendaftarkan diri di akhir bulan Oktober - Nopember tahun 2008.

Saat diumumkan, rupanya aku lulus administrasi dan aku termasuk 98 orang ber KTP Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat yang lolos seleksi administrasi terutama pada tingkat pendidikan SPP / SLTA.

Saat hari yang ditentukan, aku mengikuti tes tertulis di GOR Pangsuma Pontianak. Wow, rupanya banyak banget yang ikutan dari SPP - S1. Aku mengerjakannya penuh hati hati, ya sapa tau kan aku lulus jadi pegawai meskipun kontrak. Kasihan yaaa .... Maklum saat itu aku mau nikah sama mantan pacarku saat itu.

Setelah sebulan berlalu, aku membaca di kantor BP4K Sanggau, namaku lulus seleksi dan diterima. Bangga juga si karena dari 98 peserta seleksi itu rupanya cuma 8 (delapan) yang diterima. Keren juga ya.

Pada tahun 2009 - 2016 (9 tahun) aku bekerja sebagai penyuluh pertanian kontrak yang bertugas di desa. Aku pun baru berhenti jadi penyuluh pertanian kontrak pada pertengahan tahun 2017. Mengapa ? Karena aku diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Penyuluh pertanian yang punya Nomor Induk Pegawai (NIP) Tanggal Mulai Tugas (TMT) bulan Juni 2017. Syukurlah rupanya ada juga perhatian pemerintah pusat.
Aku yang menunjuk jari PEACE (dua)

Jadi Bos Dealer Sesaat

SANGGAU - Ini adalah bagian dari pengalamanku yang pernah menjadi bos dealer salah satu motor merk china "Viar" sekira dimulai akhir tahun 2008 - 2009. Ya, kurang lebih 11 bulan lah aku menjadi bos dealer motor itu atau ngesub atau sub dealer.

Aku mendirikan itu bersama sohibku yang juga tinggal di Sanggau. Oh ya sub dealer itu dibuka di daerah simpang sompu, kelurahan Tanjung Kapuas Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Meskipun ada cibiran sebagian orang karena membuka dipinggiran kota, namun ternyata rezeki tak akan lari kemana. Betul itu kata pepatah.

Penjualan bisnis motor ini relatif bagus karena harga sawit dan karet saat itu relatif baik. Banyak pembeli baik tunai atau kredit dari desa sampai kota Sanggau. Penjualan tiap bulan berkisar 10-12 unit. Wow keren kan ?

Tak heran aku saat itu sering masuk keluar kampung untuk promosi usahaku itu. Aku juga familiar dengan istilah istilah kredit dan perbengkelan. Aku juga menjaga hubungan baik dengan beberapa leasing di Kabupaten Sanggau.

Nah, berhubung pada 2009 terjadi krisis global Amerika waktu itu, akhirnya bisnisku gulung tikar dan aku mencari objekan lain.



Jadi Satpam SD dan Cleaning Service


PONTIANAK - Sekira tahun 2006 entah tepatnya dimulai pada bulan berapa aku lupa tapi kegiatanku saat itu sebagai satpam dan cleaning service di sebuah sekolah dasar negeri Pontianak Barat masih teringat dibenakku. SD itu sangat banyak muridnya sekitar 1300an siswa/siswi lah. Meskipun gedung sekolah memadai dan mendekati standar, namun tak mampu untuk menampung siswa/i yang banyak itu sehingga sekolah digelar pada pagi dan sore. Istilahnya 2 shift.

Saat itu disitu tidak ada satpam kecuali hanya aku sendiri. Karena muridnya yang banyak sekali, petugas cleaning service juga tak ada. Aku juga heran, bagaimana sekolah dengan murid sebanyak itu tak miliki satpam dan cleaning servis. Kecuali hanya aku sendiri. Jadi selama itulah sekolah ini terlihat kotor. Tapi menjadi bersih karena ada aku. Menjadi aman dan disiplin juga karena ada aku sebagai satpamnya.

Sebenarnya tak masalah bagiku kerja disitu yang berhadapan dengan anak anak. Namun, gajinya yang terlalu kecil membuatku hanya bertahan di sekolah itu hanya lebih kurang 2 bulan saja. Aku pun akhirnya undur diri. Pengunduran diriku sebenarnya disayangkan banyak dewan guru, wali murid dan kepala sekolah tentunya.

Kini, pada tahun 2017 ketika aku lalui sekolah itu, wow sudah berpa gedung yang baik, bagus dan nyaman. Tentunya penggantiku setelahku itu juga nyaman dan gajinya sudah pasti standar dibarengi dengan kebijakan pemerintah soal pendanaan pendidikan hingga 20 persen. Begitulah sepenggal kecil kisahku hidupku saat di kota Pontianak.

Jalan Jalan Kunjungi KJRI dan Media Besar di Kuching

KUCHING - Kendati sering ke Kuching, namun ini merupakan pengalaman pertama berkunjung ke KJRI Kuching, Sarawak, Malaysia pada awal tahun 2016. Misi berkunjung ke KJRI Kuching dalam rangka melaksanakan program organisasi yang aku urus saat itu dibidang jurnalistik.

Wow, sambutan KJRI rupanya luar biasa. rombongan kami diterima dengan baik dan kami dimediasi untuk bertemu dengan para wartawan dan industri media besar di Kuching, seperti the borneo post dan grup. Aku lupa nama nama medianya. Rombongan kami diterima dengan baik juga oleh mereka. Maklumlah, mungkin satu perjuangan di bidang jurnalistik.
Saat audiensi dengan kepala KJRI Kuching, Bapak Gultom. Aku disebelah kiri dekat beliau.


3 Bulan Jadi Tukang Jaga Meja Bilyar

PONTIANAK - Kendati aku sebenarnya tak suka permainan ini, aku tetap juga terjun ke dunia ini untuk menyambung hidup di kota Pontianak yang saat itu hidupku begitu kelam. Namun, aku harus tetap survive dan mandiri. Ya, kira kira tahun tengah tahun 2006 lah.

Tak perlu aku menyebut lokasinya dimana aku jadi tukang jaga meja Bilyar dan menghitung perolehan angka pemain dan menyusun bola bola bilyar. Permainan ini sebenarnya menarik, tapi aku akhirnya terpaksa berhenti karena mengetahui permainan ini disalahgunakan dengan judi. Lebih kurang 3 bulan aku bertahan dipermainan itu.

Tebas Kebun Bersama Keluarga di Sanggau Permai

SANGGAU - Sudah lama sekali aku tak pegang alat alat pertanian seperti cangkul dan parang. Kali ini aku menebas kebunku di Sanggau Permai, Kalimantan Barat yang rencananya akan aku bangun sebuah gubuk nantinya. Ditemani kedua anak dan istriku tercinta aku pun mulai menebas bagian pinggirnya saja.

Wow, mungkin karena tak biasa menebas rerumputan ilalang dan hari yang terlalu siang pada bulan puasa atau minggu kedua bulan Juni 2017, aku sudah tak mampu melanjutkannya. Sayang sekali, karena baru menebas 2 M2 saja. Wah, parah benar dalam hatiku.

Pada minggu selanjutnya aku pergi sendiri, dan Alhamdulillah kebunku kini mulai bersih tinggal tunggu keringnya saja yang kemudian dibakar sedikit demi sedikit.

Karaoke Dangdut Online di Smule

SANGGAU - Era modern dan perkembangan teknologi saat ini sangat banyak membantu. Termasuk soal menyanyi dan berdendang, saat ini sudah ada aplikasi smule dimana bisa digunakan untuk karaoke secara online. Aku sendiri menyukai karaoke dangdut. Ya betul Dangdut is the music of my country.

Bagi sobat semua yang punya akun smule bisa join bersamaku atau undang aku melengkapi karaokemu di akun @Udinesia. Ayo sobat aku tunggu ya ...

Menikmati Minuman Dingin di Kampung Sentana

SANGGAU - Bersama ketua Perkopindo Sanggau, Ketua PWRI Kalbar dan aku menikmati minuman dingin di sekitar Kampung Wisata Sentana Sanggau, Kalbar. Cucaca yang lumayan tidak panas dan angi sepoi sepoi di pinggir sungai Sekayam membuat suasana menjadi nikmat.

Seteguk demi teguk minuman dingi diminum, dan aneka gorengan terutama pisang goreng aku paling suka makannya. Aku ingin hal ini kembali terulang nyantai bersama para ketua ketua yang terjadi pada sekitar bulan Februari 2016.

 
Copyright © 2016 Dliyaudin's Website. All Rights Reserved.
The Official Website of Dliyaudin